Selasa, 30 Juni 2026

Jhony Iskandar: Sang Penyanyi "Pengemis Cinta" yang Mengukir Jejak di Dunia Dangdut

Jhony Iskandar: Sang Penyanyi "Pengemis Cinta" yang Mengukir Jejak di Dunia Dangdut
 
Jhony Iskandar, atau sering juga ditulis Jhonny Iskandar, adalah nama yang tak asing di jagat musik dangdut dan orkes Melayu Indonesia. Lahir pada 6 Oktober 1960, namanya melejit berkat lagu andalannya yang sangat populer berjudul “Pengemis Cinta”, sehingga beliau akrab dijuluki sebagai “Jhony Iskandar Pengemis Cinta”. Sepanjang perjalanan hidup dan kariernya, sosoknya dikenal sebagai pribadi pekerja keras, rendah hati, dan tak pernah menyusahkan orang lain.
 
Karier musik Jhony dimulai sejak awal tahun 1980-an, saat ia bergabung dengan grup legendaris Orkes Moral Pengantar Minum Racun (OM PMR) sebagai vokalis. Di sana, ia dikenal sebagai sosok yang kuat dan penuh semangat, sehingga sangat disegani oleh rekan-rekan satu panggungnya. Namun, namanya semakin melambung tinggi ketika ia merilis lagu solo “Pengemis Cinta”, yang menjadi ciri khas dan identitas dirinya hingga akhir hayat.
 
Selain perjalanan kariernya yang cemerlang, Jhony juga memiliki kisah unik yang pernah ia bagikan, yaitu pengalaman mati suri pada tahun 2009. Saat itu ia tersengat listrik dari tiang besi, dan mengaku bahwa ruhnya keluar dari tubuh selama sekitar lima menit serta bisa melihat jasadnya sendiri dari luar. Bahkan, ia menyebutkan bahwa pengalaman serupa juga pernah dirasakannya saat sedang melakukan semedi. Di sisi kesehatan, Jhony diketahui memiliki riwayat penyakit diabetes, namun keluarga menyatakan bahwa ia selalu menjaga pola makan dan kadar gula darahnya dengan baik.
 
Pada akhirnya, sosok yang telah menghibur banyak penikmat musik ini menghembuskan nafas terakhirnya pada hari Jumat, 10 Mei 2024, sekitar pukul 08.45 WIB, di usia 64 tahun. Beliau wafat di rumah sakit setelah sebelumnya tinggal di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat, dan meninggalkan seorang putri bernama Saidah Iskandariah yang juga pernah bertindak sebagai manajernya.
 
Kronologi kepergiannya bermula saat pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB, Jhony tiba-tiba mengeluh sesak napas, padahal sebelumnya tidak terlihat sedang sakit. Saat akan dibawa ke rumah sakit, ia sempat menolak dan merasa tidak kuat, namun keluarga tetap membawanya ke RS Helsa sebelum akhirnya dirujuk ke RS Cikaret. Sayangnya, sesampainya di rumah sakit rujukan tersebut, nyawanya tidak dapat tertolong. Hingga saat ini, keluarga belum menyebutkan secara pasti penyakit apa yang menjadi penyebab langsung kematiannya, meskipun riwayat diabetes diketahui telah dideritanya selama ini.
 
Kepergian Jhony Iskandar meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan-rekan seprofesi, dan para penggemarnya. Namanya akan terus dikenang sebagai salah satu penyanyi dangdut senior yang karyanya telah mewarnai industri musik Indonesia selama puluhan tahun.

Kamis, 04 Juni 2026

Profil Singkat Tentang Richie Ricardo.

Profil Singkat Tentang Richie Ricardo.

 
Richie Ricardo, nama yang tak asing bagi penggemar musik pop Indonesia era 1980-an. Lahir di Manado, Sulawesi Utara, pada 2 Mei 1960, sosoknya hadir membawa warna baru dalam industri hiburan tanah air dengan suara khas dan penampilan yang memikat hati banyak penikmat musik maupun penonton layar lebar.
 
Namanya meledak dan langsung melejit menjadi idola muda pada tahun 1983 lewat lagu andalan berjudul "Oh Nona Manis". Lagu yang ceria dan mudah diingat itu menjadi salah satu lagu paling populer di masanya, mengantar nama Richie Ricardo bersanding dengan penyanyi-penyanyi besar lainnya. Kesuksesan itu terus ia lanjutkan lewat deretan lagu hits lainnya, seperti Hujan & Cinta, Cuma Dia, hingga Di Sana Rindu Tercipta. Lagu-lagunya yang bertema asmara dan kerinduan menjadi lagu wajib di radio-radio, mengukuhkan posisinya sebagai salah satu penyanyi pop paling bersinar di dekade tersebut.
 
Bakatnya ternyata tidak hanya berhenti di dunia musik. Richie Ricardo juga sukses merambah dunia akting. Di layar lebar, ia dikenal publik lewat peran-peran tokoh pemuda yang lugu, sopan, dan memiliki pesona menawan. Beberapa film yang membesarkan namanya antara lain Permainan Cinta, Bercinta dalam Badai, hingga Nuansa Gadis Suci. Di setiap peran yang ia mainkan, ia mampu menampilkan karakter yang lekat di hati penonton, semakin memperkuat posisinya sebagai idola remaja yang serba bisa.
 
Namun, takdir berkata lain. Sejak tahun 1988, kehidupan dan karier Richie Ricardo mulai terganggu oleh kondisi kesehatannya. Ia didiagnosis mengidap kanker otak, penyakit berat yang perlahan namun pasti mulai merenggut tenaga dan semangatnya. Meski demikian, ia tetap berjuang dan berusaha menjalani hari-harinya sebaik mungkin di sela-sela pengobatan yang ia jalani.
 
Perjuangan panjang melawan penyakit itu harus berakhir. Di usia yang masih sangat muda, 33 tahun, tepatnya pada tanggal 29 Oktober 1993, Richie Ricardo menghembuskan napas terakhirnya di Bekasi, Jawa Barat. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, penggemar, dan dunia hiburan Indonesia yang kehilangan salah satu bintang paling berkilau di masanya.
 
Meski fisiknya telah tiada, nama dan karya-karya Richie Ricardo tetap abadi. Lagu-lagu romantis dan penampilan manisnya di film-film kenangan masih terus dikenang, menjadi bukti bahwa sosok anak Manado ini telah memberikan warna yang indah bagi sejarah musik dan perfilman Indonesia.