Ona Sutra: Legenda Dangdut yang Karyanya Tak Pernah Pudar
Kini hanya bisa mengenang… suara merdu yang dulu menemani, lirik-lirik penuh makna yang pernah mengisi ruang hati. Ona Sutra telah berpulang, namun lagu-lagunya tetap hidup, menjadi pengingat bahwa cinta dan karya sejati tak pernah mati. Selamat jalan, legenda… meski raga tak lagi bersama, namamu tetap terukir di hati para pecinta musik dangdut.
Ona Sutra, yang memiliki nama lahir Odi Nasution, lahir pada 31 Desember 1954 di Sawit Seberang, Sumatera Utara. Sepanjang perjalanan kariernya, nama beliau juga sering dikenal dengan sebutan H. Ona Sutra maupun Rhona Sutra. Sosoknya sangat mudah dikenali publik lewat ciri khas penampilan yang tak berubah sejak lama: selalu memakai kacamata gelap dan berambut gondrong. Beliau mengemban profesi sebagai penyanyi dangdut dan aktif berkarya di industri musik Indonesia selama lebih dari tiga dekade, tepatnya dari tahun 1985 hingga akhir hayatnya.
Dalam kehidupan pribadi, Ona Sutra melangsungkan pernikahan dengan sesama penyanyi dangdut bernama Dahlia pada tahun 1971. Bersama istrinya inilah, langkah awal karier musik mereka dimulai. Mereka berkeliling tampil dari satu desa ke kota lain di wilayah Medan dan sekitarnya, hingga perlahan namanya mulai dikenal luas setelah kerap tampil di panggung Taman Ria, Medan. Demi mengejar peluang dan kemajuan yang lebih besar, pasangan ini akhirnya memutuskan untuk hijrah ke Jakarta. Dari pernikahan dengan Dahlia, Ona Sutra dikaruniai dua orang anak bernama Dewi Sutra dan Dodi Ona Sutra. Selain itu, nama beliau juga sempat dikaitkan dengan Rica Rebecca yang dikenal sebagai model dalam beberapa video klip karyanya.
Nama Ona Sutra benar-benar melambung tinggi dan menjadi salah satu ikon dangdut pada tahun 1990-an setelah merilis album bertajuk Terbayang-Bayang pada Agustus 1990, dengan lagu utama yang berjudul sama. Album ini sukses besar di pasaran dan menjadi pintu gerbang kesuksesan beruntun bagi karya-karya selanjutnya. Tak lama kemudian, ia merilis album lain yang tak kalah populer seperti Asam di Gunung Garam di Laut pada tahun yang sama, lalu diikuti oleh album Bola (1991), Barcelona (1992), dan Titip Cintaku (1994). Sepanjang kariernya, Ona Sutra pernah bergabung dengan berbagai label musik ternama seperti Insan, Yupiter, MSC, Zaharani, SKI, MGM, Purnama, Akurama, Meliase Nusantara, hingga ASR.
Koleksi karya solo Ona Sutra sangatlah banyak dan mewarnai jagad musik dangdut Indonesia, antara lain album Belila (1993), Sembilan Lubuk Sembilan Kolam (1993), Bukan Dia (1995), Yang... Yang... Yang... (1996), Dikenang-Kenang (1996), Sangsaro Badan (1997), Me Se Ra (1999), serta berbagai album kompilasi hits terbaik seperti Super Hits Vol. 1, Super Hits Vol. 2, The Best of H. Ona Sutra, dan 12 Best of the Best. Selain merilis karya tunggal, beliau juga sering berkolaborasi dengan berbagai musisi, di antaranya bersama istrinya Dahlia dalam album Dul & Sex dan Selamat Tinggal Duka, bersama kelompok Bintang-Bintang MSC, Artis-Artis MSC, Trio Deli, serta penyanyi lain seperti Utje Arfina dan Yuni Suherman. Ada pula sejumlah lagu tunggal yang sangat diingat penggemar seperti Pasti, Bertepuk Sebelah Tangan, Tinggal Kenangan, dan Ingat!.
Setelah puluhan tahun menghibur masyarakat, Ona Sutra akhirnya berpulang ke rahmatullah pada hari Selasa, 12 April 2022, tepatnya pukul 12.30 WIB di Depok, Jawa Barat, saat usianya menginjak 67 tahun. Penyebab kematian yang diduga kuat adalah penyakit stroke yang dideritanya. Jenazah beliau kemudian disemayamkan di rumah duka kawasan Kampung Utan, Cipayung, Depok.
Hingga kini, Ona Sutra tetap diakui sebagai salah satu penyanyi dangdut legendaris Indonesia yang meninggalkan jejak mendalam. Dengan suara khas yang tak tertandingi, karya-karya yang penuh pesan, serta perjalanan karier yang penuh perjuangan, namanya senantiasa diingat sebagai tokoh penting yang turut membangun dan memajukan dunia musik dangdut di tanah air.